Sabtu, 19 Desember 2020

Benarkah Makam Anak Iwoq Adalah Seorang Sayyid? (Part 2)


Lombok Timur, NTB - Versi kedua dari cerita mitos yang dipercaya oleh masyarakat Desa Labuhan Haji, Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur tentang Makam Anak Iwoq ialah tentang kebenaran Makam teresebut yang disebut sebagai salah satu Makam seorang keturunan Nabi atau Sayyid yang berada di Lombok

Diperkirakan sekitar tahun 1928, pada awalnya Labuhan Haji memang terkenal dengan banyaknya warga yang berstatus sayyid pada waktu itu. Dengan demikian, warga setempat meyakini bahwa di lokasi Makam Anak Iwoq yang sekarang, terkubur salah seorang sayyid yang belum diketahui namanya.

"Pada tahun 1928 itu, masyarakat disini memang dulunya banyak yang keturunan sayyid, itu yang menjadi salah satu penguat keyakinan masyarakat setempat dulunya bahwa disana terkubur seorang sayyid," ucap Qudsi Ali, selaku penjaga Makam Anak Iwoq.

Hal itu dikarenakan, ia menceritakan jika pada waktu itu terdapat salah seorang sayyid yang meninggal dunia. Namun karena sudah terlanjur ada gundukan kuburan di dekat pantai, untuk itulah masyarakat setempat akhirnya menguburkan seorang sayyid tersebut di pinggir pantai.

Yang notabenenya, hanya ada satu kuburan yang terdapat di samping pantai itu, yakni lokasi Makam Anao Iwoq yang sampai saat ini masih terletak di area tersebut.

"Namun karena sudah ada kuburan di dekat pantai itu, oleh sebab itulah warga disini dulunya memakamkan seorang sayyid itu di tempat makam anak iwoq yang sekarang," ujar Qudsi.

Terlebih lagi, menurut kesaksian masyarakat setempat memang sejak zaman Belanda masih menduduki wilayah Labuhan Haji, dari sanalah banyak yang mengunjungi makam tersebut.

Alasan dari warga belanda dulunya mengunjungi makam tersebut, Qudsi belum mengetahui dengan detailnya. Yang jelas, kata dia setiap pengunjung daru dulu sampai dengan saat ini mempunyai niatan yang berbeda-beda ketika mengunjungi Makam Anak Iwoq. Bersambung....

Oleh : Febriga Rifky

Minggu, 13 Desember 2020

Mitos Penggalan Kepala Manusia Dibalik Makam Anaq Iwoq Labuhan Haji (Part 1)

Plang Makam Anak Iwoq


Lombok Timur, NTB - Makam anak iwoq merupakan salah satu dari sekian makam yang berada di bumi Lombok yang terkenal dengan mitos dan kekuatan magisnya, berlokasi di Desa Labuhan Haji, Kecamatan Labuhan Haji, Kabupaten Lombok Timur - Nusa Tenggara Barat.

Kabar yang tersiar di masyarakat saat ini, makam anak iwoq menurut cerita turun temurun ialah makam seorang anak yang tidak mempunyai sanak famili. Itu sesuai dengan namanya, iwoq dalam bahasa sasak adalah mereka yang tidak punya siapa-siapa dalam hidupnya.

Menelisik lebih dalam lagi, ternyata kabar tersebut kurang pas dengan historical dari makam anak iwoq itu sendiri. Persepsi yang terbangun selama ini di masyarakat, makam anak iwoq sudah terlanjur dimaknai dengan kehidupan hampa seorang anak kecil yang saat meninggal ia mengubur dirinya sendiri.

Namun menurut pemangku makam anak iwoq Qudsi Ali mengungkapkan bahwa sampai dengan saat ini tidak ada yang mengetahui secara persis tentang siapa dan dimana asal makam tersebut.

Pria yang sejak tahun 30 tahun lalu menjadi penjaga makam anak iwoq itu menceritakan bahwa dulunya pada tahun 1910 semenjak kedatangan Belanda makam anak iwoq tersebut memang sudah ada. 

"Makam itu sudah ada sejak tahun 1910, sejak kedatangan Belanda dulu. Namun karena masyarakat disini masih buta huruf, makanya tidak ada catatan pastinya," jelasnya.

Sebelum bernama makam anak iwoq, beberapa versi cerita juga ia paparkan mengenai asal usul lahirnya nama dari makam itu, yang sebelumnya bernama makam pancor dan makam timba ekek.

Lebih detail lagi, Qudsi menuturkan cerita versi pertama yang mengatakan jika asal muasal dari makam itu dulunya menurut warga setempat, ada seseorang pemancing yang memungut kepala manusia di pinggir pantai.

Namun, ketika keesokan harinya ternyata kepala itu ditemukan kembali di tempat semula oleh seorang pemancingyang merupakan warga sekitar. Sampai dengam 3 kali kejadian yang semula terus menerus terjadi.

Untuk itulah, pemancing itu kemudian berinisiatif untuk menguburkan kepala manusia itu di lokasi yanh bertepatan dengan makam anak iwoq sekarang ini.

Sebelumnya, memang pemancing tersebut kata Qudsi sudah mendapatkan hidayahnya dalam mimpinya. Yang dalam mimpi itu menyebutkan bahwa si pemancing harus menguburkan kepala itu di pinggir pantai. Tentu dengan syariat Agama Islam yang dianut pada waktu itu oleh mayoritas mayarakat setempat.

"Itulah cerita versi pertama yang di sampaikan oleh orang tua kita terdahulu disini," ujarnya.

Adapun tempat makam itu berdiri sekarang ini, ia membeberkan bahwa dulunya dilokasi tersebut masih hutan rimba dan ada satu mata air. Sehingga pada waktu itu terbitlah nama makam pancor karena disana tempat sebuah "pancoran" atau sumber mata air.

Tepat di lokasi mata air itu, dirinya juga mengatakan bahwa akhirnya lokasi yang dililih oleh si pemancing itu mengubur kepala di dalam satu pohon besar. Disanalah letak asal mulanya kemudian makam anak iwoq berada di dalam pohon besar.

Yang kemudian beberapa waktu yang lalu akhirnya pohon tersebut di tebang dan diganti oleh Qudsi dengan membuatkan rumah sebagai tempat makam anak iwoq tersebut. Bersambung....

Oleh : Febriga Rifky

Minggu, 18 Oktober 2020

Sekilas Tentang Desa Taman Ayu


Desa Taman Ayu merupakan sebuah gagasan dari ide pemuda asli NTB yang menginginkan perubahan Indonesia harus di mulai dari Desa. Karena Desa merupakan lini pemerintah yang paling kecil, untuk itulah gerakan ini nantinya diharapkan sesuai dengan cita-citanya yaitu membangun Indonesia dari pelosok Desa.

Benarkah Makam Anak Iwoq Adalah Seorang Sayyid? (Part 2)

Lombok Timur, NTB - Versi kedua dari cerita mitos yang dipercaya oleh masyarakat Desa Labuhan Haji, Kecamatan Labuhan Haji, Lombok Timur te...